Coretan dari kota berdebu
Uncategorized November 25th, 2008
Aku tidak suka kota ini, pikirku.
Berbeda sekali dengan tempat tinggalku, sebuah kampung yang masih memiliki hamparan hijau sawah,tanaman dan udara segar, meskipun sesekali atap kamarku bocor karena hujan.Tak boleh begitu, pikirku sekali lagi.
Dimanapun kaki berpijak disanalah langit di jungjung. Di sinilah aku berada, ditengah keramaian kota dan sinyal listrik yang berpencar di atas awan berdebu.aku bahkan tak tahu hendak ke mana.
Seorang lelaki setengah baya asal Malaysia duduk di sampingku di dalam bis Damri menuju Blok M, susah payah ia merayuku untuk mau ikut bersamanya berlibur ke Bandung.
“Wah, dipikirnya aku cewek bispak” pikirku dalam hati.
Kubiarkan saja semuanya mengalir. Kubiarkan ia berfikir bahwa aku memang cewek bispak. Aku tak mengelak, juga tak mengiyakan.
Di tengah kemacetan, aku mulai bertanya pada diri sendiri.
“Apa yang salah denganku sampai ia mengira aku cewek bispak?”
Hmm, pakaianku cukup tertutup. Aku tak bermake-up sedikitpun, malah mukaku hancur berantakan karena kelelahan. Minyak di mukaku malah cukup untuk dijual liter-an. Hihihi…
Ah, memang bapak tua itu saja yang tak tahu diri, pikirku lagi.
Akhirnya tiba di Blok-M, kuberikan selembar kartu nama yang ia minta.
“have a good time” kataku mengucapkan salam perpisahan.
Mungkin orang akan berfikir gila, kenapa memberikan kartu nama pada bapak itu? Bukankah itu sama saja dengan mengiyakan anggapannya bahwa aku cewek bispak?
Jawabanku simple; kenapa harus takut pada buruk sangka orang lain? Selama kita yakin kita benar dan berniat baik, kenapa harus takut?
Dari Blok-M, aku menuju plaza semanggi tepat ketika jam pulang kantor. Macet.
Setelah berjuang antri dan berkeringat, akhirnya aku menikmati malam dengan segelas es teh, nyala lilin kecil dan beberapa batang rokok yang kurindukan sejak tadi.
Aneh rasanya berada di Chicken story, plaza semanggi, setelah sekian lama aku terbiasa nongkrong di angkringan dan lesehan pinggir jalan. Selembar uang 50 ribu di kota ini bisa habis sekejap seperti membeli gorengan di kampungku. Huh, miris hatiku. Begini nasib orang kere.
Terimakasih untuk Gail (Ex personil Yovie n Nuno) yang malam ini mengisi Accoustic Live di Chicken Story malam ini. lagu-lagunya indah dan menusuk-nusuk hati. Kamu mengintip hatiku ya?
Aku mau ngapain ya ke Jakarta?mbuh ah,
About
Leave a Comment