Pemakaman Yuan , Grace Susetyo dan juicy baked vegetables
Uncategorized August 13th, 2008
Sepasang mata telah redup, sebuah hati telah pergi
Dan dua orang, satu lelaki satu perempuan berdiri dengan kepala menunduk
Penghormatan terakhir untuk malaikat kecil kami
Pemakaman yang sederhana, tubuh yang kecil masih halus
Sebuah kain handuk menyimpan kisah itu
Agar kau tak dingin Yuan, anakku
Kusebut saja begitu karena kau sempat kubelai
Dan Yinyang, malaikat kecilku teramat menyukaimu
Yinyang, hampir lupa diri tentang segalanya
Lupa bahwa ia kucing, kucing tak berlagak seperti anjing
Lupa bahwa tubuh yang mati di simpan di bawah tanah bukan di dalam kotak
Lupa bahwa tubuh kakumu itu artinya kematian bukan tidur yang panjang
Sepasang mata sayu di redup hampir seperempat malam
Dan aku tersadar, aku telah jatuh cinta pada bau dan tubuhmu yang apek
Pada sepasang mata kotor yang menyembunyikan cantikmu
Pada kulit tubuhmu yang lengket dengan tulang
Kulit tubuh yang sempat bersorak karena sarden panasku
Mata cantik yang mengintip di balik kotoran yang lepas
Ah, Selamat jalan Yuan,
10 jam setelah kematian
Dengan dada sedikit menyembul menemani kota merawat perut
Meja entah no berapa, Segelas kopi susu yang sempat tersenggol perempuan muda, jamu kunyit dan telur dadar. Juicy baked vegetables menggelitik, kusisakan sepotong daging panggang dan sosis ayam. Aku sedih memandang bayangan yoyo jewe, danto dan saudaraku yang lain. Kunyalakan sebatang rokok sebagai sebuah hadiah atas malam panjang tanpa racun nikotin dan ranjang yang keras
Hey, aku tengah berlibur di kotaku sendiri
Pagi ke tiga terbangun di atas tempat tidur yang hangat dan nyaman. Menyantap sarapan tanpa perlu pusing membuka dompet
Aku berlibur
Tanpa matras tipis dan bau bantal
Tanpa beban menyapu dan mengepel lantai
Sesekali terbebas racun nikotin yang membuatku megap-megap tak karuan
Syukurku atas semua kekurangan yang karenanya aku menikmati segala kelebihan
Syukurku atas matras tipis yang karenanya aku aku menikmati ranjang nyaman
Terimakasih untuk gadis muda bermata sipit berpendar, grace susetyo
Untuk sebuah kenyamanan yang aku hampir lupa rasanya seperti apa
Untuk roti dan dan selai nenas kesukaanku
Dan mandi air hangat yang mengingatkanku pada rumah
About