1_126580200l

Aku punya kabar gembira bro, beberapa waktu yang lalu Ummi Inna mengatakan sesuatu yang indah kepadaku : Jika kita merasa tak menemukan jalan lain, buntu. itu artinya kita semakin dekat pada tujuan, tinggal menunggu waktu.
jangan
khawatir bung, jika tuhan masih memelihara kita dari terik panas dan
dahaga maka tuhan pun kan membukakan jalan bagi pejuang puisi macam
kita. ayam saja masih di beri rejeki di tanah gersang, apalagi kita
yang mencintai keindahan kata dan jiwa. tuhan sedang bercanda, di
pikirnya kita tak serius berkarya. ah apa iya?
aku pun kadang
menahan lapar, namun ku pikir dalam lapar seringkali kita belajar
menjadi bijak. apa artinya bulir padi bagi mereka yang memiliki
semangkuk gandum? benar apa yang kau bilang bung danto, kita syukuri
saja apa yang ada hari ini. kita masih saling memiliki saja sudah
hadiah yang sangat indah. dalam kata dan rima kita berbagi impian,
saling mengikat hati menjadi barisan yang tangguh.
aku menjauh dulu
bro, sementara saja sampai aku mampu. agar nanti sepiring nasi tak lagi
masalah, agar kamu mas jewe tak perlu lagi mengisap tembakau tak jelas
rasanya itu. do’akan aku dan ku kirim juga do’a untuk kalian.





One Comment to “Kepada kedua saudara lelakiku,”

  1.   GC | June 22nd, 2008 at 9:05 am

    maaf bgt sis kemarin malam telat ol… lembur nyiapin materi siaran hari ini..maklum riset sebulan hangus gara2 topiknya diserobot tim lain jadi kerja ulang dalam tempo 2 hari aja..akhirnya aku coba ol dari wifi starbucks jam 10 lewat… maaf

    you have two wonderful brothers, aku masih terkesan menghabiskan satu sore sgn mereka waktu ke jakarta. ortuku barusan pulang dari jogja utk ultah oma tapi aku gak bisa ikut. hiks..apa karena itu aku jadi mellow gini ya? hehe..

    pengen libur neh..sebentar aja..kamu ada di mana dan sampai kapan di sana?

Leave a Comment