Selamat malam, Mamah..

Mon Fami May 20th, 2008


“ Ass.wr.wb

Inna Hudaya…
Mudah-mudahan di tempat ini, mendapatkan keberkahan dan keberuntungan sebagaimana namamu…Hudaya.
Amin…

Wassalam
Mamah “

 

Sepucuk surat tersimpan dengan rapih diantara paket
yang diantar ke pare senin sore kemaren. Terimakasih mamah untuk makanan ringan
yang bisa mengenyangkan, juga untuk Mp4 yang bisa menghiburku di sini, keripik
kentang buatan mu akan ku santap dengan lahap. Aku berharap di antara sunyi
senyap kota kecil ini aku bisa menemukan ketentraman dan keberkahan seperti
yang kau inginkan. Tak ada hal mewah yang bisa membelalakan mataku di sini.
Namun sepeda onthel dan hijaunya sawah dan perkebunan tebu sudah lebih dari
cukup menentramkan hatiku. Aku belajar banyak di sini, mulai dari segera pulang
sebelum pintu kos di kunci hingga lebih seksama mendengar adzan di
kumandangkan. Alhamdulilah mamah, di sini telingaku lebih sholeh, ia tidak lagi
berang mendengar suara tuhan di kumandangkan, mungkin karena adzan nya yang
merdu atau memang tuhan telah menyelipkan sebait puisi untuk ku lewat
ayat-ayatnya. Aku belajar lagi mama, semoga shalatku bisa lebih baik. 5 waktu
mungkin terlalu muluk untukku, tapi tidak ada yang tidak mungkin, bukan begitu
mamah? Terimakasih mamah, sepucuk surat mu telah melepaskan gundah gulana ku,
apa lagi yang kubutuhkan selain doa dan dukungan mu. Tak ada sesuatu pun di
dunia fana ini yang bisa memberiku kekuatan dan cinta seperti yang telah kau berikan
untukku. Jika aku mati lebih dulu darimu kan kuminta tuhan mempersiapkan segala
sesuatunya sesempurna mungkin bagimu. Selamat malam mama, maghrib sudah lewat
dan aku sudah mulai berkelana lagi melalui jalan jalan kecil dan sunyi di pare,
bersama sepeda onthelku tentunya. O ya mama aku lupa memperkenalkannya, kuberi
nama Pendekar Dhaha, karena ia tangguh dan gagah seperti salah satu prajurit
Airlangga. Tak kalah oleh umur dan aus nya yang mulai karatan, ia setia
mendampingiku di sini. Salam untukmu mama.

Tunggu aku kekasihku

Me Myself & Ina May 19th, 2008

Yang
ku cari hanya cinta, tak ada yang lebih bisa menyenangkan ketika aku bisa
mencintai dan di cintai. Apapun kesenangan yang berasal dari dunia fana ini tak
ada yang lebih memuaskan selain membagi mimpi dan kehidupan bersama seseorang
yang kita cintai.

 

Aku
mencari cinta di tengah hiruk pikuk dunia yang mulai meninggalkan mimpinya,
sesuatu yang kuangap sacral mungkin bagi sebagian orang terlihat naïf, namun
aku tetap percaya bahwa cinta bisa merubah segalanya. Segala sesuatu tak punya
makna tanpa cinta yang menjiwainya.

 

Aku
melihat banyak cinta di mana-mana, kasih telah menyelamatkan dunia ini dari
kesepian. Tuhan telah menjelma dalam setiap kasih dan kesuciannya di bawa oleh
mereka yang memiliki bola mata yang bersinar.

 

Namun,
janji tuhan akan tetap kusematkan dalam khidmatku. Bahwa ada seseorang di luar sana ang telah di
peruntukkannya bagiku. Aku tetap setia berjuang mencari cinta yang hanya satu
untukku, cinta milik seorang lelaki bermata indah yang kan  menaungiku dengan kelembutannya dan
hanya kepadanya kutautkan penobatan hati. Bersamanya aku akan mencapai titik
kearifan seorang manusia.

Perjuanganku
tak mudah, seringkali aku lelah dan tak berdaya. Air mataku hampir kering
karena letih menunggu. Seandainya malam
tak berakhir dan matahari pagi tak kunjung datang, mungkin aku telah menyerah
jauh hari sebelumnya.

 

Aku
percaya akan janji tuhan. Sunyi sepi yang menganga dalam hatiku, lelah letih
yang menggerogoti jiwaku, akan segera terbayarkan oleh cinta yang megah dan tak
bersyarat. Rasa sepi dan sendiri ini takkan ada artinya lagi ketika janji tuhan
telah di tunaikan.

 

Tunggu
aku kekasihku. Sebut naman tuhan agar ia segera mempertemukan kita!

Percayalah
dalam hatimu dengan khidmat!

Wisata Kediri I

travelling May 17th, 2008

GEREJA PUH SARANG

Puh
Sarang adalah sebuah desa di bagian barat kota Kediri , berjarak sekitar 6 kilo dari pusat kota Kediri.
Dari terminal Kediri anda bisa naik ojek menuju lokasi ini dengan membayar
sekitar 5 ribu rupiah, beruntung karena kemarin seorang bapak berbaik hati
memberikan tumpangan gratis untuk berjalan jalan ke Gereja Puh Sarang dan di
lanjutkan ke Goa selomangleng di kaki bukit klotok.   

 

Puhsarang_1
Gereja Katolik di Puh Sarang didirikan oleh Ir.
Henricus Maclaine Pont pada tahun 1936 atas permintaan pastor paroki Kediri
pada waktu itu, Pastor H. Wolters, CM. arsitektur Gereja yang unik dan kental
dengan pengaruh jawa bisa di lihat dari bentuk atapnya dan bangunannnya. Sebuah
Gereja yang cantik dan monumental. Komplek Gereja Puh Sarang merupakan salah
satu tujuan ziarah bagi umat katolik.

 

Di Komplek Gereja Puh Sarang terdapat Goa Maria
yang merupakan replica dari Goa Maria Lourdes di perancis. Sebuah patung Bunda
Maria berdiri dengan anggunnya di tengah-tengah dinding batu. Terdapat beberapa
keran kecil di mana kita bisa meminum air suci tersebut dan mencuci muka.
Karena saya seorang muslim pada kesempatan itu saya menyempatkan diri untuk
mengambil air wudhu lalu berdoa di depan patung Bunda Maria. Tempat ini merupakan
tempat yang teduh dan tenang, sangat cocok jika anda ingin memanjatkan doa atau
bahkan bermeditasi.

 

1132280778g2_1
Selain Patung dan Goa Bunda Maria di tempat ini
terdapat “ Jalan Salib Bukit Golgota” yang memiliki 15 stasi yang menceritakan
peristiwa ketika yesus di jatuhi hukuman mati hingga pada akhirnya di salib.
Anda bisa berjalan memutari tempat yang luas ini sembari menghayati makna di
balik penyaliban yesus. Mata anda pun akan di hibur oleh pemandangan yang hijau
dan asri yang akan membuat anda merasa lebih rileks.

 

Saya tidak sempat berkeliling seluruh komplek
Gereja karena waktu yang sangat terbatas, untuk lebih detailnya anda bisa
mengklik Geraja
Puh Sarang

 

GOA SELOMANGLENG

 

Selomangleng
Goa selomangleng terletak di bagian barat kota
Kediri, di lereng bukit wilis yang eksotis dan sejuk. Goa
selomangleng adalah sebuah Goa tempat peristirahatan dan meditasi
Dewi Kilisuci, seorang Putri dari Kerajaan Kadiri yang pada akhir
hidupnya memilih untuk menyepi di Goa ini. Sebelum memasuki Goa anda
Bisa melihat beberapa sisa patung yang terbuat dari batu andesit,
bagian luar Goa juga di penuhi oleh relief yang menurut saya pribadi
sangat feminim Seluruh Goa di penuhi oleh pahatan/relief yang
menceritakan kisah dewi Kilisuci.

 

Goa_selomanglengGoa ini terbagi menjadi 4 ruangan, satu ruangan di
mana terdapat sebuah batu dudukan yang mungkin di pakai untuk
melakukan meditasi, sebuah ruangan di mana terdapat batu yang
memanjang di mana Dewi Kilisuci beristirahat, sebuah ruangan semacam
ruang altar di mana terdapat sebuah arca dan ruangan terakhir adalah
sebuah ruang kosong yang gelap gulita. Diantara sekian ruangan yang
ada ruangan ke empat adalah ruangan yang memiliki energi paling
besar, saya Bisa merasakan ada sesuatu yang sangat kuat yang memikat
dari ruangan tersebut. Menurut orang setempat Goa ini sering di pakai
untuk bertapa dan menuntut ilmu kebathinan, Tidak heran ketika anda
memasuki Goa tersebut maka akan tercium bau dupa dan sesembahan bunga
yang berjejer di depan arca. bahkan menurut orang tersebut ruangan ke
empat sebetulnya menuju ke laut kidul. Hmm…sepertinya saya tidak
kaget lagi mendengarnya. Laut kidul selalu memiliki hubungan yang
kuat dengan sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia.

 

MUSEUM AIRLANGGA

 

Museum ini terdapat tidak jauh dari Goa
Selomangleng, tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Saya cukup
kecewa dengan museum ini. Selain tidak terawat dengan baik bahkan
staff nya pun tidak banyak membantu memberikan informasi sejarah
tentang masa Kerajaan Kediri, bahkan mungkin mereka saja tak paham
apa saja yang ada di museum tersebut. Padahal banyak artifak dan arca
peninggalan masa Kerajaan Kadiri, Singosari dan Majapahit di sini.
Sayangnya anda hanya bisa menatapnya tanpa tahu sejarahnya.