Wisata Kediri I

travelling May 17th, 2008

GEREJA PUH SARANG

Puh
Sarang adalah sebuah desa di bagian barat kota Kediri , berjarak sekitar 6 kilo dari pusat kota Kediri.
Dari terminal Kediri anda bisa naik ojek menuju lokasi ini dengan membayar
sekitar 5 ribu rupiah, beruntung karena kemarin seorang bapak berbaik hati
memberikan tumpangan gratis untuk berjalan jalan ke Gereja Puh Sarang dan di
lanjutkan ke Goa selomangleng di kaki bukit klotok.   

 

Puhsarang_1
Gereja Katolik di Puh Sarang didirikan oleh Ir.
Henricus Maclaine Pont pada tahun 1936 atas permintaan pastor paroki Kediri
pada waktu itu, Pastor H. Wolters, CM. arsitektur Gereja yang unik dan kental
dengan pengaruh jawa bisa di lihat dari bentuk atapnya dan bangunannnya. Sebuah
Gereja yang cantik dan monumental. Komplek Gereja Puh Sarang merupakan salah
satu tujuan ziarah bagi umat katolik.

 

Di Komplek Gereja Puh Sarang terdapat Goa Maria
yang merupakan replica dari Goa Maria Lourdes di perancis. Sebuah patung Bunda
Maria berdiri dengan anggunnya di tengah-tengah dinding batu. Terdapat beberapa
keran kecil di mana kita bisa meminum air suci tersebut dan mencuci muka.
Karena saya seorang muslim pada kesempatan itu saya menyempatkan diri untuk
mengambil air wudhu lalu berdoa di depan patung Bunda Maria. Tempat ini merupakan
tempat yang teduh dan tenang, sangat cocok jika anda ingin memanjatkan doa atau
bahkan bermeditasi.

 

1132280778g2_1
Selain Patung dan Goa Bunda Maria di tempat ini
terdapat “ Jalan Salib Bukit Golgota” yang memiliki 15 stasi yang menceritakan
peristiwa ketika yesus di jatuhi hukuman mati hingga pada akhirnya di salib.
Anda bisa berjalan memutari tempat yang luas ini sembari menghayati makna di
balik penyaliban yesus. Mata anda pun akan di hibur oleh pemandangan yang hijau
dan asri yang akan membuat anda merasa lebih rileks.

 

Saya tidak sempat berkeliling seluruh komplek
Gereja karena waktu yang sangat terbatas, untuk lebih detailnya anda bisa
mengklik Geraja
Puh Sarang

 

GOA SELOMANGLENG

 

Selomangleng
Goa selomangleng terletak di bagian barat kota
Kediri, di lereng bukit wilis yang eksotis dan sejuk. Goa
selomangleng adalah sebuah Goa tempat peristirahatan dan meditasi
Dewi Kilisuci, seorang Putri dari Kerajaan Kadiri yang pada akhir
hidupnya memilih untuk menyepi di Goa ini. Sebelum memasuki Goa anda
Bisa melihat beberapa sisa patung yang terbuat dari batu andesit,
bagian luar Goa juga di penuhi oleh relief yang menurut saya pribadi
sangat feminim Seluruh Goa di penuhi oleh pahatan/relief yang
menceritakan kisah dewi Kilisuci.

 

Goa_selomanglengGoa ini terbagi menjadi 4 ruangan, satu ruangan di
mana terdapat sebuah batu dudukan yang mungkin di pakai untuk
melakukan meditasi, sebuah ruangan di mana terdapat batu yang
memanjang di mana Dewi Kilisuci beristirahat, sebuah ruangan semacam
ruang altar di mana terdapat sebuah arca dan ruangan terakhir adalah
sebuah ruang kosong yang gelap gulita. Diantara sekian ruangan yang
ada ruangan ke empat adalah ruangan yang memiliki energi paling
besar, saya Bisa merasakan ada sesuatu yang sangat kuat yang memikat
dari ruangan tersebut. Menurut orang setempat Goa ini sering di pakai
untuk bertapa dan menuntut ilmu kebathinan, Tidak heran ketika anda
memasuki Goa tersebut maka akan tercium bau dupa dan sesembahan bunga
yang berjejer di depan arca. bahkan menurut orang tersebut ruangan ke
empat sebetulnya menuju ke laut kidul. Hmm…sepertinya saya tidak
kaget lagi mendengarnya. Laut kidul selalu memiliki hubungan yang
kuat dengan sejarah Kerajaan-Kerajaan di Indonesia.

 

MUSEUM AIRLANGGA

 

Museum ini terdapat tidak jauh dari Goa
Selomangleng, tidak banyak yang bisa saya ceritakan. Saya cukup
kecewa dengan museum ini. Selain tidak terawat dengan baik bahkan
staff nya pun tidak banyak membantu memberikan informasi sejarah
tentang masa Kerajaan Kediri, bahkan mungkin mereka saja tak paham
apa saja yang ada di museum tersebut. Padahal banyak artifak dan arca
peninggalan masa Kerajaan Kadiri, Singosari dan Majapahit di sini.
Sayangnya anda hanya bisa menatapnya tanpa tahu sejarahnya.

 

 

Selamat datang di Pare

travelling May 17th, 2008

Selamat datang di Pare,

 

Dsc00135
Pare adalah sebuah
kecamatan di kabupaten Kediri, Jawa Timur. Di antara kecamatan lain
di kabupaten Kediri mungkin Pare termasuk kecamatan yang paling cepat
berkembang dan ramai dengan aktifitas perdagangannya. Salah satu hal
yang membuat Pare menarik perhatian banyak orang adalah terdapat
banyak tempat kursus dan sekolah bahasa inggris di tempat ini. Tidak
hanya orang dari jawa timur namun para pendatang dari seluruh penjuru
tanah air juga datang ke tempat ini untuk belajar bahasa inggris yang
baik dan benar. Mungkin hal ini pulalah yang kemudian menjadikan pare
sebagai tempat yang cepat berkembang. Dengan adanya banyak pendatang
yang sangat plural telah menarik minat masyarakat setempat untuk
terus mengembangkan berbagai fasilitas dan layanan yang sesuai dengan
permintaan konsumen.

 

Di kecamatan Pare ada
sekitar 80 tempat kursus dan sekolah Bahasa Inggris yang tersebar di
beberapa jalan utama. Biaya kursus/sekolah di pare bisa di bilang
sangat murah di bandingkan dengan tempat kursus atau sekolah bahasa
inggris di kota besar, biaya hidup pun bisa di hemat seminimal
mungkin. Tidak hanya kursus/sekolah bahasa inggris akhirnya tempat
kursus lainnya pun mulai bermunculan, anda bisa memilih program
bahasa lain seperti bahasa mandarin atau bahasa jepang, bahkan
berbagai kursus komputer pun mulai marak di pare. Jadi selain anda
belajar bahasa inggris, anda pun bisa belajar banyak hal lainnya pada
waktu-waktu kosong anda. Sebagai akibat maraknya tempat-tempat
belajar ini maka masyarakat setempat pun mulai ramai membuka
kost-kostan dan warung-warung makan, bahkan kini sudah terdapat
beberapa warung internet yang juga meramaikan aktifitas di sana.
Sebagai alat transportasi, sepeda adalah kendaraan yang paling banyak
di pakai oleh para pelajar. Beberapa tempat persewaan sepeda yang ada
di Pare memasang tarif Rp. 35.000 – 40.000 / bulan nya. Cukup murah
sekaligus bermanfaat bagi kesehatan.

 

Jika anda merasa penat,
anda bisa berkeliling berjalan-jalan menimati suasana kota pare yang
sejuk atau sekedar memandang hijaunya ladang dan pesawahan di
kampung-kampung sekitar pare. Beberapa tempat wisata sejarah juga
terdapat di kota pare, beberapa candi peninggalan kerajaan Kadiri dan
Majapahit masih bisa anda nikmati. Ada juga tempat pemandian umum dan
petilasan Sri Aji Joyoboyo yang dulu merupakan salah satu Raja
Kadiri. Selalu ada cara untuk menikmati Pare.

 

Suasana yang tenang dan
pola hidup yang sederhana menjadi daya tarik utama kota ini, meskipun
begitu siapa sangka tempat ini menjadi pusat belajar bahasa Inggris
yang paling terkenal di seantero Nusantara. Tidak hanya para pelajar
yang di untungkan, namun masyarakat pare juga menjadi semakin makmur
dan berkembang karena industri yang satu ini.