Persimpangan jalan

Uncategorized April 14th, 2008

Berada di persimpangan diantara 2 jalan yg berkerikil, tak ada yang dituju di ujung jalan tapi tak ada pilihan selain memilih. Hanya bulan yang muncul setengah bentuk pada petang hari,tepat pukul setengah hari sebelum burung weliwis pulang kandang.
Harus menentukan arah dan percaya pada angin,entah apa yang kan kutemukan di ujung jalan sana,mungkin persimpangan yang lain hingga akhirnya jalan pulang terbuka lebar.
Aku hanya ingin rebah sebentar saja di antara rumput hijau tepat di sebelah sarang semut. Besok saja aku memilih..

Siapa yang hendak menemaniku duduk di senja hari di sofa coklat cerewet di kebun belakang? Sawah sudah dipanen dan siapapun bisa berlarian di sana,
aku sudah bosan pada anjing2,kucing2,kambing,bebek,semut merah dan burung pipit,aku ingin seseorang menemani ku duduk bersimpuh di bawah langit yang sendu ini,adakah seseorang di sana? Aku hanya butuh seseorang yg bisa bicara dalam diam dan saling mengerti lewat anggukan.

Sebelum aku memilih besok,begitu maksudku.

3 ketukan dan 3 kecupan

Uncategorized April 13th, 2008

3 ketukan di lubang pintu sebelum pukul 7 pagi, ada yang terkapar di antara kantuk yg menggelayut dan satu nyawa terselamatkan,untung pintu vagina tertutup rapat dan 3 ketukan tengah terburu-buru.
2 kecupan di pelipis kanan dan 1 pelukan di lutut kiri, tiada sakit lebih sakit selain berlari sehabis subuh mengejar kabar dari jauh, dibawa angin melalu bukit dan udara dingin. Sebelum pukul 8 tiba di dahi tepat di belakang biji mata segitiga.
3 ketukan pintu + 3 bekas luka = ciuman panjang penghibur hati, meski perut tetap lapar.