like wanna cry

Me Myself & Ina February 29th, 2008

Sore ini aku ingin
menangis..

Bram wisuda

Aku menyelesaikan bukuku

Budeku meninggal

Aku kangen andi

Hari ini aku bisa makan enak

Minum kopi nikmat

Dan punya sebungkus rokok

Motor orang ancur

Pi’I gak ada

Aku tak punya apapun di kamarku selain tumpukan kardus dan
selembar matras

Ada sebuah topeng kahli

Ada lukisan yang aku tak tahu artinya apa

Dan kain gorden tambalan perca

 

Aku bahkan tak tahu aku menangis untuk apa

Bukan karena sedih atau bahagia

Aku hanya ingin menangis saja

Sekedar menangis, menyatu syahdu dengan sawah di
taman belakang rumahku

Tapi aku tak tahu rino di mana…

Hari ini aku tak melihatnya di manapun

Matahari, langit, awan dan rintik hujan menyembunyikannya
dariku

 

Di dalam saku bajuku mungkin…

Tidak ada ucapan selamat pagi hari ini

Jogja February 29th, 2008

Tidak ada ucapan selamat pagi hari ini

Matahari bersembunyi di balik rintik hujan yang dingin

Aku terlambat mengejar bis

Hari mulai menyusut dan aku harus melambatkan irama

 

Namun kopi panas masih saja tergeletak di meja yang sama

Tanpa langit yang biru dan hembusan angin yang damai

Rasa kopi tak berubah tapi pagi mulai sendu

Aku mengucap ; semua kan baik-baik saja hari ini

Dan sang ibu akan tetap merawatku

 

Ah tak mengapa, ternyata aku masih bisa tertawa bersama yoyo
jewe

Sekedar menghangatkan pagi dengan obrolan yang ringan

Celetukan-celetukan tak bermakna yang sedikit mencubit

Begitu sederhana, begitulah pagi ini

 

Bukankah hidup memang seharusnya sederhana….

 

Satu lagu pertama dari puisi sapardi djoko damono seperti
biasanya mengawali hari ini

Lalu lagu kebangsaan Indonesia raya mengalun pelan

Dan hujan mulai redup dengan syahdunya