Muak sendiri
Uncategorized February 2nd, 2008
Aku marah pada semua orang yang kusayang.
Mereka yang kuanggap keluarga tak ada yang berani angkat bicara membelaku, semuanya takut hanya pada satu orang bodoh yang mikir pake tempurung lutut !
Satu lelaki yang kusayang dan kuperjuangkan terus sibuk memikirkan perasaan dan cintanya yang kuanggap taik, buat apa cinta kalo cuma ngomong doang tapi gak berani berjuang demi kebaikan bersama. Alasannya gak punya keberanian, tapi berani-beraninya ngomong soal cinta. Fiuh !
Dan seperti biasanya, di sinilah aku sekarang…
Berlinang air mata dan kemarahan di balik sebuah dinding yang sunyi, sendiri dan selalu sendiri.
Aku lelah terus sendiri seperti ini, aku muak terus sendiri !
Ya tuhan, apakah semua ini telah digariskan begitu sempurna untukku?
Bahwa engkau yakin aku akan mampu terus sendiri?
Aku lelah ya tuhan…
Kirimkanlah aku seseorang yang akan membagi hidupnya denganku
Kirimkanlah aku seseorang yang padanya aku mampu berbagi kasih dan pelukan
Jadikanlah aku tempatnya berlabuh sebagaimana hanya padanya aku kan menitipkan jantungku
Kan kubagi hati yang sunyi ini agar air mata ini reda dan senyumku kan mengembang
Dan kubaktikan kesetiaan bagi jiwa yang menopangku ini…
Ya tuhanku, siapkan untukku tempat yang terindah di dalam ruang yang sempit ini
About