I
Ciwidey, bandung desember 2007
Petualanganku dimulai kembali,
Setelah sekian lama gak
travelling, akhirnya aku memutuskan untuk kembali meluangkan waktu dan
travelling ke luar kota. Terakhir kali
perjalananku adalah ke pangandaran dan batu karas sekitar 2 tahun yang lalu.
Semenjak itu banyak hal terjadi dalam hidupku yang membuatku tertahan utuk
tidak travelling ke manapun. Terlalu banyak kesedihan dan permasalahan yang
telah membuatku beku. No more desire. It’s like stick around with pain and sadness.
And now, aku telah berjuang melewati perjalanan yang
cukup melelahkan dengan banyak tangisan, makian, kesedihan, pertentangan dan
kebangkrutan, aku pun telah mulai menemukan kembali semangat hidupku untuk
segera pulih dan membangun kembali kehidupanku dari nol.
Setelah 2 tahun terpuruk dan
bekerja shift malam-pulang pagi tanpa di bayar selama 3 bulan terakhir, aku
pikir adalah suatu hal yang sangat bijak untuk menghadiahkan sebuah perjalanan
singkat yang meyenangkan bagi diri ku sendiri. Setelah lama bersedih, sudah
saatnya aku menikmati hidup dan berbahagia.
II
And here I’am…sedang menulis di
atas sebuah perahu sepeda di tengah-tengah situ patenggang, ciwidey,bandung.
Mendengarkan sebuah lagu dari “TOTO” yang menemani perjalanan menuju batu cinta
yang berada di tengah-tengah situ.
Perjalanan menuju situ patenggang
telah membuatku terpesona dengan perkebunan strawberry dan teh nya yang
terhampar hijau luas, udara yang dingin membuatku bisa merasakan deru hangatnya
nafas yang keluar dari hidungku. Ketika aku meliht situ patenggang, seakan
semua rasa penat dan lelahku selama ini hilang seketika. All in by the hand of
God. Thank God for your lovely creatures.

Situ patenggang terhampar dengan
anggunnya di kelilingi bukit-bukit perkebunan the, awan menggelantung tepat di
ubun-ubun bukit dan menggelyut diantara batang pohon yang tinggi. Hijau
pepohonan menyulap suasana seakan berada di sebuah negeri yang tak pernah
tersentuh. Udara begitu dingin dan menusuk pori-pori, alam seakan bersabda pada
setiap jiwa dan memukaunya dengan harga mati. It’s just like my imagination !
16 tahun yang lalu aku pernah
berada di sini ketika mengunjungi salah seorang kakakku yang sedang KKN di
daerah ciwidey, sebuah kunjungan yang singkat, namun keindahan alamnya telah
memukau memoryku selama 16 tahun ini. Setiap kali aku memejamkan mata, aku bisa
merasakan seakan aku berada di sana. And here I’am and everythings just like my
imagination.
Thank GOD !
III

Kamis kali ini berbeda dengan
kamis sebelumnya, aku menikmati nasi liwet dengan ikan asin dan sambal
strawberry di sebuah saung kecil di tengah-tengah perkebunan strawberry di
daerah pegunungan di ciwidey, bandung.
Tampak di depanku bukit-bukit
kecil yang tertutup awan, cuaca seakan mendung namun hujan tak kunjung turun
jua. Aku menikmati sore yang indah sambil menulis dan mendengarkan music yang
melantun pelan, sebuah lagu dari the cinnamons “ Selamanya Cinta “.
Aku mau memetik strawberry dulu
ah…
IV
Perjalanan pulang menuju kota
bandung sedit melenceng dari perkiraan, tepat di daerah kopo sayati kami terjebak macet dan banjir, air merendam mesin
mobil angkot yang kami naiki hingga angkotnya mogok. Kami terpaksa turun di
depan kantor bank mandiri di saat hujan masih turun. Ketika aku turun tiba-tiba
aroma wangi bakso keliling menggoda nafsu makanku. Dengan celana jeans yang
dinaikan sampai lutut aku akhirnya memesan seporsi bakso yamin, yummy…enak
banget makan bakso panas-panas ketika hujan turun sambil duduk di pinggir jalan
menikmati pemandangan jalanan yang macet dan banjir sambil sesekali di kentutin
asap knalpot truk yang mogok tepat di depan mukaku. Hahahaha….itu baru namanya
menikmati hidup, no matter what happen, keep smile and fun !
Setelah 3 jam perjalanan akhirnya
kami sampai juga di daerah kalapa, dari situ mendadak muncul ide untuk
menyempatkan waktu menyusuri daerah braga. Yup…di tengah hujan akhirnya tujuan
di lanjutkan ke braga. Naik sebuah beca kecil menyusuri daerah dewi
sartika-asia- afrika-naripan hingga akhirnya sampai dib raga. Sepanjang
perjalanan banyak gedung-gedung peninggalan belanda yang masih berdiri kokoh
terutama di daerah asia afrika.
Setelah cukup lama memilih
café/bar mana yang akan kami masuki
akhirnya kami menemukan pilihan terbaik kami, sebuah Classic Rock café di
perempatan braga-lembong. Sejak pertama kali melihatnya kami sudah jatuh cinta
dengan poster jimmy Hendrix yang di pajang dengan ukuran sangat besar diluar
café. Dekorasi café di penuhi oleh berbagai poster band dan vokalis band-band
classic rock seperti jimmy Hendrix, doors, beatles,queen, van hallen,pink
Floyd, dll. Ada sebuah mini stage di lantai satu yang biasa di pakai nge-jamz
oleh band-band local yang membawakan lagu-lagu classic rock, dan di lantai ada
ada ruangan yang lebih santai dan privat dengan sofa, di lantai 3 ada sebuah
mini teater yang memutar film-film documenter mengenai band-band classic rock.
Kami benar-benar menikmati
suasana di sana dengan di iringi music blues yang menemani saat-saat kami
melepas lelah dan penat. Makanannya enak-enak dan servis nya cukup memuaskan, hanya
saying hot chocholate yang kupesan ternyata susu indomilk coklat L. Setelah terjebak
macet dan banjir, rasanya apa yang kami nikmati benar-benar bisa membayar semua
rasa penat kami.
V

Hari ini aku menuju paledang
untuk membeli parfum sekaligus membeli oleh-oleh untuk teman di jogja. Setelah
itu berlanjut menuju china emporium lalu ciwalk. Kami menikmati makan siang
yang enak dan murah di sebuah restoran jepang, lalu berjalan-jalan di sekitar
cihampelas untuk berbelanja. Sorenya kami memutuskan untuk menikmati kopi
hangat di sapu lidi dapur, sebuah tempat yang sangat cozy and relaxing untuk
menikmati sore yang mendung. Sekali lagi aku kecewa karena hot cappucinno yang
ku pesan ternyata cappucinno sachet, tapi ya sudahlah..