Jadi gembel di rumah sendiri

Me Myself & Ina December 31st, 2007

Suatu siang di akhir bulan
desember aku mendapati diriku sendiriku tengah duduk di sudut jalan kaliurang…

Lalu lalang kendaraan di
hadapanku seakan membawa memori manis
tentang kota ini, segala hal yang kucintai tentang kota ini dan apa yang telah membuatku
takjub pada pesona yang telah menjeratku hingga memaksaku kembali di sini…

Hampir sewindu lamanya aku
menghabiskan waktuku di kota ini, sebagian besar masa remaja dan menjelang
kedewasaanku telah kujalani di kota ini…segala hal yang telah membuat
kehidupanku jatuh sekaligus menguatkannya juga kulalui di kota ini, masa-masa
terbaik dan terburuk datang silih berganti mewarnai hari-hariku selama di sini.

Beberapa hari yang lalu aku
memutuskan untuk kembali ke kota ini setelah berfikir panjang mengenai kemana
aku kan menghabiskan waktuku selama satu bulan ke depan. Aku banyak berfikir
tentang rumah, aku ingin kembali ke rumah, aku ingin merasakan rumah. Dimanakah
rumahku?aku mengingat sebuah rumah hangat yang berada di kota tasik dimana aku
terlahir dan menghabiskan masa kanak-kanakku, rasa rindu yang membara membuatku ingin pulang ke sana dan menikmati
nostalgia manis bersama keluarga. Namun, karena aku telah dianggap sebagai
seorang pendosa, untuk saat ini aku tak lagi bisa kembali ke sana.

Semua hal yang terjadi telah
memaksaku berfikir tentang tujuanku, lalu aku berfikir bahwa jogja adalah rumah
kedua yang ingin ku tuju. Sebuah kota yang telah memikatku sedemikian rupa
hingga aku merasa di sanalah tempatku seharusnya berada.

2 hari yang lalu aku tiba di kota
ini, ironisnya ketika aku menginjakkan kaki di kota ini aku tak tahu hendak ke
mana. Aku tak punya keluarga di sini,aku tak memiliki tempat tinggal. Aku
sebenernya sendirian di kota ini….

Dan kini 2 hari berlalu aku
terduduk diam di sebuah sudut jalan di kaliurang, masih berfikir di mana aku
akan tinggal dan akan melakukan apa di sini. Aku berada di tengah lingkungan
yang kukenal namun aku benar-benar merasa sendirian. Aku seperti anak yang
tersesat di rumahnya sendiri, aku seperti anak yang kelaparan di tengah sebuah
pesta. Kulihat sekelilingku dan tak ada satupun yang tampak asing bagiku, namun
aku tetap merasa terasing.

Lalu terbersitlah sebuah pikiran,
siapakah aku? Di mana rumahku? Aku mau ke mana? Dan hingga detik ini aku masih
belum menemukan jawabnya.

Tuhan bimbinglah aku, tunjukkan
jalan agar aku menemukan tempat untuk kembali !

Doa seorang pendosa

Me Myself & Ina December 31st, 2007

Tuhan,

Kupikir cukup apa yang telah kubayar selama ini

Aku telah membayar  kesalahanku lebih dari kemampuanku

Rasa sakit dan penderitaan ku selama ini telah membuatku jera dan menyesali dosa yang telah kuperbuat…
namun aku tak pernah menyangka bahwa aku harus membayar semahal ini atas dosaku itu.

Tuhan,

Apakah menurutmu aku masih cukup kuat melalui semua ini?

Apakah kau pikir aku masih punya cukup ketegaran untuk terus bertahan?

Tidak tuhan, hatiku menjerit…
Sudah cukup semua nyeri di dada ini…

Tuhan,
Maafkan lah orang-orang yang merasa pantas untuk menghakimi ku

Ampunilah mereka yang telah menganggapku nista di mata mereka

Dan berilah aku kekuatan untuk bisa berbesar hati di hadapan mereka yang merasa dirinya jauh lebih suci dariku…

Temaniku aku Tuhan, jalanku masih panjang…dan aku membutuhkan Mu untuk menerangi jalanku…