The Judgement : Me Vs Bram

PAS August 14th, 2007

Apa yang membuat aku harus lama terpuruk
dalam keadaan yang lemah adalah karena ketidakmampuan diriku sendiri untuk bisa
menerima kenyataan yang tak sesuai dengan harapanku. Ketika aku tak lagi
menjadi sempurna sebagai perempuan aku masih saja berpengharapan bahwa kejadian
aborsi ku tidak pernah terjadi. Aku tetap berkeras hati untuk melampiaskan
semua amarah dan rasa bersalah dengan menunjukkan jari pada seseorang yang ikut
andil dalam proses tersebut. Aku tidak bisa melihat diriku sendiri sebagai
faktor terbesar yang mempengaruhi semakin buruknya gejala psikologisku.

 

Trauma akan aborsi yang menyakitkan telah
membuatku mengisolasi diri dan bertahan dengan melihat diriku sendiri sebagai
perempuan yang gagal. Aku memandang bahwa perempuan adalah perpanjangan tangan Tuhan
akan makhluk ciptaannya di muka bumi, dan ketika perempuan telah memutus
perpanjangan Tuhan maka ia telah gagal sebagai manusia.

 

Sekian
lama aku melihat diriku begitu kecil di mata perempuan lainnya terutama di mata
kaum ibu. Perasaan kecil inilah yang kemudian membuatku merasa tak berharga dan
tak punya arti. Aku menjadi begitu kosong dan hampa, aku menarik diri dari
lingkungan ku dan mengisolasi diri dalam gambaran dunia kecilku.

 

Aku
tidak dapat lagi melihat masa depanku dengan bentangan jalan yang luas. Aku
telah merasa bahwa apapun yang aku lakukan aku akan tetap selalu gagal karena
aku tak lagi punya arti di hadapan Tuhan. Perasaan berdosa telah
menenggelamkanku dalam gambaran maya bahwa apapun itu aku akan tetap gagal
sebagai bentuk hukuman Tuhan akan diriku.

 

Aku
selalu bisa menerima keterpurukanku sebagai bayaran atas kesalahanku, dan
begitu seterusnya aku merasa tak ada tempat bagi perempuan gagal seperti ku di
mata Tuhan. Karena tempat yang pantas akan kesalahan yang pernah ku perbuat
adalah seburuk-buruknya rasa sepi.

 

Aku
menerima segala kejadian buruk sebagai kompensasi perasaan bersalahku dan aku
terus membiarkan diriku menerima banyak kejadian buruk dengan berlapang dada.
Aku tidak akan melawan jika orang-orang sekitarku memberikan sikap yang buruk
karena aku merasa itulah yang pantas kudapatkan. Aku pun tak keberatan ketika
kepercayaan keluarga dan orang-orang di sekitarku semakin luntur, aku tetap
merasa pantas akan semuanya. Seorang perempuan yang gagal tentunya patut
mendapatkan hukuman dan keburukan yang setimpal.

 

Begitupun
ketika aku melihat kesempatan untuk perbaikan diri, seringkali aku
melewatkannya begitu saja karena aku merasa tak layak mendapatkannya. dan yang
terburuk adalah pikiranku sendiri bahwa semakin banyak aku menerima keburukan
maka akan setimpal dengan kesalahanku hingga suatu saat Tuhan akan benar-benar
mengampuniku.

 

Aku
telah menghakimi diriku sendiri melebihi perempuan yang telah kotor dan di
nistakan di mata Tuhan.

 

Selama
bertahun-tahun aku tetap memelihara amarah terhadap lelaki yang sama. Kebencian
itu pulalah yang semakin membutakanku untuk melihat langkah ke depan yang
semakin baik dan terbuka lebar untuk memulihkan diri.

 

Aku
masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana air mataku akan habis dalam semalam
setiap kali aku menemukan kesulitan, dan pada setiap saat itu pulalah aku
membiarkan diriku menyalahkan bram atas semua kejadian yang menimpaku. Aku
telah membiarkan bram mejadi pengaruh yang besar yang mengambil alih kuasa atas
kehidupanku sendiri. ketika segala sesuatunya berjalan baik maka aku akan puas
seakan aku mampu menjadi pribadi yang kuat, tapi aku sendiri tidak mampu
menerima kenyataan bahwa aku betul-betul lemah hingga setiap kali hal buruk
terjadi maka aku akan menjadikan bram sebagai orang yang berhutang atas segala
petaka yang terjadi dalam hidupku.

 

Aku
menghakimi bram selama bertahun-tahun atas sesuatu yang seharusnya dia tanggung
dan pada akhirnya menjadi tanggunganku. Aku merasa tidak bisa merelakan
penderitaan batin dan fisik yang harus ku lalui atas trauma aborsiku terdahulu.
Buah cinta yang di tanam secara bersama pada akhirnya harus mendiami rahimku
dan berkembang di sana. rasa mual ketika hamil, belum lagi rasa sakit luarbiasa
ketika aborsi harus aku tanggung sendiri. Tak Cuma itu, rasa sakit yang
berkepanjangan akibat aborsi yang tidak bersih telah membuatku menderita dalam
rasa sakit yang luar biasa selama bertahun-tahun. selama 2 tahun pertama aku telah di hantui
perasaan bersalah dan mimpi buruk berkepanjangan yang merenggut tidur lelapku.
Gelisah akan kondisi fisiku terus mengganggu fikiranku dan membuyarkan
konsentrasi pada kehidupanku. Aku telah rugi secara fisik dan psikis, dan juga
bangkrut secara finansial.

 

Aku
tidak bisa menerima kenyataan bahwa segala sesuatunya harus kutanggung sendiri,
dan membiarkan bram lepas dari tanggung jawabnya. Aku terus mengejar bram untuk
ikut membayar semua penanggunganku,
namun hasilnya nihil, aku tidak mendapatkan apapun selain sikap diam dan
penolakan.

 

Rasa
sakit secara fisik dan psikis yang di tambah luka hati yang dalam telah
membawaku pada titik di mana aku tidak bisa melihat apapun selain amarah. Aku
marah pada Tuhan karena telah membiarkanku sendiri dan aku juga marah pada bram
yang telah lari dari tanggung jawab. Aku melemparkan semua kekecewaanku dengan
memberikan penghakiman yang keji pada bram, aku tak kan sudi melihatnya
berbahagia dan hidup tenang atas apa yang telah di limpahkannya padaku. Aku
telah menganggapnya sebagai pengecut dan laki-laki terendah yang tak punya
perikemanusiaan.

 

Aku
menginginkannya terperosok pada kesulitan melebihi apa yang aku rasakan, dan
berharap akan ada perempuan lain yang akan membalaskan semua dendam dan
amarahku berlipat-lipat kali lebih besar dari yang aku alami. Aku telah
menghakimi bram dan diriku sendiri melebihi kemampuan Tuhan dalam penerimaannya

 

Seseorang
mengatakan padaku bahwa penghakiman adalah hak Tuhan yang mutlak. Penghakiman
yang adil hanya ada di tangan Tuhan. penghakiman manausia memiliki batas, namun
penghakiman Tuhan tanpa batas.

 

Di
sinilah aku mulai belajar melepaskan penghakiman pada Tuhan. Aku memasrahkan
segala sesuatunya pada Tuhan dan meminta tangan Tuhan bekerja dengan
keajaibannya untuk merubah hidupku.

 

Apa
yang kurasakan kemudian sungguh luarbiasa, ketika aku telah menyerahkan
penghakiman pada kuasa Tuhan, perlahan-lahan aku mulai merasakan kuasa Tuhan
bekerja atas hidupku. aku melihat bagaimana bentangan jalanku terbuka lebar.
Aku mulai bisa melihat sesuatu yang selama ini tak mampu kulihat tepat di
hadapanku.

 

Aku
mulai melihat potensi diriku kembali tumbuh, dan menyaksikan bagaimana Tuhan
telah membuatnya jauh lebih baik dan lebih matang dari sebelumnya. Perasaan
kasih pun mulai kembali menjalari hatiku hingga aku pun bisa kembali merasakan
empati pada orang lain di sekelilingku. Aku menemukan lingkungan baru di mana
semua orang bisa melihat jaubh ke dalam diriku dan membantuku keluar dari
kegelapan yang telah kuciptakan sendiri.

 

Aku
mulai bisa membuka diri dan membiarkan orang-orang yang mengasihiku masuk ke
dalamnya untuk mengulurkan tangannya dan mengajakku melihat dunia luar yang
sama sekali berbeda dari bbayanganku selama ini.

 

Ketika
aku melepaskan penghakiman, aku menemukan bahwa ternyata aku jauh lebih baik
taanpa penghakiman itu sendiri, aku mampu melihat diriku dengan nyata dan utuh,
aku mampu kembali meraih rasa percaya diriku dan kemampuanku untuk kembali
memulai hubungan baru dengan lingkungan di sekitarku.

 

Aku
pun mulai melihat bram hanya sebagai bagian kecil dari hidupku dan tidak
melihatnya lagi sebagai suatu ancaman yang menakutkan. Aku mampu mengenangnya
dengan cara yang baik tanpa mengesampingkan emosi yang memenuhinya.

 

Kasih Tuhan Tak Berbatas

R e L i G i August 13th, 2007

kasih tuhan tak
berbatas

seberapapun kita
ingkar pada-Nya namun kasih tuhan tetap melimpahi kehidupan kita lewat nafas
dan langit yang menaungi kita

 

ampunan tuhan tak
bersyarat

manusia bisa saja
tak memaafkan kesalahan kita
namun tuhan tak pernah berhenti memberi kasih dan ampunan-Nya jika kita
benar-benar meminta dan menginginkannya…

 

jangan pernah
lepas dari kasih tuhan

karena kasih
tuhan lah yang tetap menjaga kita dalam berkah kehidupan yang maha luar
biasa…

jangan pernah
berputus asa dari ampunan tuhan

karena putus asa
akan membuat kita gelap mata dan buta dari kasih tuhan yang ada di sekitar
kita…

 

mintalah pada
tuhan apa yang engkau inginkan

karena tuhan maha
mendengar dan memerhatikan hambanya

tuhan akan
membuat segala sesuatu indah pada waktunya

Oprah and Angel Network

Life is Beautis*ck August 11th, 2007

Siapa yang tak mengenal Oprah?

Tak hanya seorang feminis, Oprah adalah sosok pembaharuan yang membawa
nilai-nilai universal dengan gaya yang sangat menyentuh dan sangat personal.Oprah
adalah seorang perempuan yang menjadi wakil bagi para pribadi yang memiliki
luka yang kemudian tumbuh menjadi sosok yang kuat dan mandiri.

 

Ketika masih kanak-kanak dan
remaja Oprah menjadi korban pencabulan. Hal inilah yang kemudian menjadi luka
yang di sembunyikannya selama bertahun-tahun. Hingga suatu hari Oprah dengan
begitu beraninya mengakui apa yang telah dialaminya langsung di depan ribuan
orang yang menuntun Oprah Show.

 

Apa yang kemudian terjadi adalah,
Oprah telah menyentuh banyak hati orang dengan keberaniannya dan kemampuannya
mengatasi luka tersebut. Ia menjadi sosok yang di idolakan banyak orang, tidak
hanya bagi kulit hitam yang merepresentasikan dirinya namun juga bagi banyak
orang dari berbagai ras, agama dan budaya yang berbeda.

 

Dalam setiap show nya Oprah
banyak menyuguhkan topik yang berhubungan dengan keseharian kita, dan keahlian Oprah
yang merupakan bakat luar biasanya adalah kemampuannya untuk mengemas setiap topik
sederhana sebagai sesuatu yang sangat menyentuh, personal, dan magic ! Itulah
kemampuan terhebat seorang pembawa acara yang dapat langsung mengkomunikasikan
pesannya kepada hati setiap pemirsa yang menontonnya. Hal-hal biasa yang
serigkali kita anggap remeh, ternyata bisa menjadi sesuatu yang sangat intim
dan berpengaruh dalam kehidupan kita. Itulah yang selalu Oprah coba sampaikan
melalui Show nya.

 

Ketika banyak orang yang membenci
Amerika dengan berbagai kebijakan luar negeri nya yang banyak merugikan negara-negara
berkembang seperti

Indonesia

.
Bagi saya pribadi Oprah adalah representasi yang paling positif dari Amerika. Gemerlap
Holywood dan showbiz Amerika tidak dapat jauh lebih gemerlap daripada pesona
yang telah di sodorkan oleh seorang Oprah Winfrey.

 

Angel Network yang merupakan
jaringan sosial yang di bentuk oleh Oprah telah banyak membantu ribuan orang,
tidak hanya di Amerika namun juga di afrika dan bagian dunia lainnya..Baru-baru
ini Angel Network telah membangun rumah bagi para korban badai Katrina di New
Orleans, 11 juta dolar terkumpul dari para pemirsa Oprah show dan jutaan dolar
lainnya dari sahabat-sagabat Oprah yang sekaligus bintang rock dan bintang tv
ternama di Amerika. Selain itu Angel Network membantu orang-orang yang memiliki
ide dan keinginan untuk membantu orang lain, sebagai contohnya Angel Network
ikut mendanai dan mewadahi program pengumpulan ASI ibu-ibu di Amerika yang akan
di berikan bagi anak-anak Afrika yang mengidap AIDS. What a wonderful ! dan
masih banyak proyek Angel Network lainnya. Hal yang paling membedakan Angel Network
dari lembaga sosial lainnya adalah kemampuannya untuk membantu orang lain tidak
hanya melalui bantuan dana dan tenaga, namun juga kemampuannya menyampaikan
bantuan tersebut langsung ke hati setiap orang yang menerimanya. Itulah apa
yang Angel Network suguhkan, memberi dengan hati kepada setiap hati yang
membutuhkannya.

 

Oprah adalah tokoh dunia yang
membawa perubahan melalui hal-hal kecil, menyuguhkan cinta dalam setiap show
nya dan membuka pembatas yang menghalangi pandangan manusia melewati batas ras,
agama, budaya dan politik.

 

Bagi saya pribadi, Oprah adalah jelmaan malaikat dan perpanjangan tangan
tuhan.

Mampukah setiap dari kita menyerap nilai-nilai yang Oprah suguhkan?

I hOpe so…

 

Seandainya ada satu Oprah saja di Indonesia, saya yakin Indonesia akan jauh
lebih baik.