Jakal Night Fever

Jogja June 14th, 2007

101550112_e5aaabd31b_m_1 malam ini jakal sepi banget…

motor yang ku kendarai bebas lalu lalang melintas di kesepian

tak banyak orang yang berjalan menyusuri jalanan ini

tak ada canda tawa yang menghangatkan jalanan ini

ah, aku kembali mengingat beberapa tahun yang lalu

ketika jakal menjadi jalanan malam ku

aku yang setia menyusuri jalanan sepi dengan beralas kaki

menyenandungkan lagu ceria meramaikan suasana jalanan ini

setiap malam aku menatap langit hitam dan terangnya bintang di jalanan ini

di sini pula aku menamai setiap bintang dengan nama seseorang

ada bapakku tercinta di arah jam setengah satu menghadap selatan

atau debi di arah jam setengah tiga…

ada pula mas adi di arah jam sebelas

dan masih banyak lainnya mereka yang teramat spesial untukku

di pembatas tengah jalanan aku biasa menyusuri jalanan pulang

sepi yang senyap membuatku tertawa kegirangan pada pukul 3 malam

aku bebas melintas dan berlari di tengah jalanan

sesekali makian seseorang yang berkendara menciprati tawa ku

hahahaha…siapa pernah melakukan hal manis seperti itu?

Di jalanan ini pula lah setiap malam mulai merayap pagi

aku pertama kali benar-benar mendengarkan nafasku di antara kesunyian jalanan

menghirup udara segar dan menikmati setiap degupan jantungku

aku bahagia di jalanan ini

hello debi….

entah berapa sering kita menyusuri jalanan ini hingga sampai ke coffee break

kedai kopi yang menjadi saksi curhat kita sepanjang masa

atau sekedar berjalan mencari makan malam

di jalanan ini kita biasa bersenda gurau dan tertawa menikmati malam

hello mbak andi…

Apa kabar ?

Masih ingat jalanan yang kita susuri menuju warnet ?

Di selingi celoteh yang memecah kesunyian

ah, jakal night fever…

banyak hal telah berubah…

banyak wajah pula makin tak ku kenal