Jakal Night Fever
Jogja June 14th, 2007
motor yang ku kendarai bebas lalu lalang melintas di kesepian
tak banyak orang yang berjalan menyusuri jalanan ini
tak ada canda tawa yang menghangatkan jalanan ini
ah, aku kembali mengingat beberapa tahun yang lalu
ketika jakal menjadi jalanan malam ku
aku yang setia menyusuri jalanan sepi dengan beralas kaki
menyenandungkan lagu ceria meramaikan suasana jalanan ini
setiap malam aku menatap langit hitam dan terangnya bintang di jalanan ini
di sini pula aku menamai setiap bintang dengan nama seseorang
ada bapakku tercinta di arah jam setengah satu menghadap selatan
atau debi di arah jam setengah tiga…
ada pula mas adi di arah jam sebelas
dan masih banyak lainnya mereka yang teramat spesial untukku
di pembatas tengah jalanan aku biasa menyusuri jalanan pulang
sepi yang senyap membuatku tertawa kegirangan pada pukul 3 malam
aku bebas melintas dan berlari di tengah jalanan
sesekali makian seseorang yang berkendara menciprati tawa ku
hahahaha…siapa pernah melakukan hal manis seperti itu?
Di jalanan ini pula lah setiap malam mulai merayap pagi
aku pertama kali benar-benar mendengarkan nafasku di antara kesunyian jalanan
menghirup udara segar dan menikmati setiap degupan jantungku
aku bahagia di jalanan ini
hello debi….
entah berapa sering kita menyusuri jalanan ini hingga sampai ke coffee break
kedai kopi yang menjadi saksi curhat kita sepanjang masa
atau sekedar berjalan mencari makan malam
di jalanan ini kita biasa bersenda gurau dan tertawa menikmati malam
hello mbak andi…
Apa kabar ?
Masih ingat jalanan yang kita susuri menuju warnet ?
Di selingi celoteh yang memecah kesunyian
ah, jakal night fever…
banyak hal telah berubah…
banyak wajah pula makin tak ku kenal

About