Untuk mereka yang belajar memaafkan

Uncategorized December 23rd, 2008

Malam ini akhirnya aku melihat foto pernikahan lelaki yang dulu pernah menjadi ayah dari bayi yang kukandung. Ia bersama seorang perempuan cantik berjalan dengan baju pengantin berwarna merah menyala, mungkin semerah kemarahanku dulu padanya.

Lelaki ini pergi dan tak pernah mengirimkan kabar, aku masih terbelit hutang dan kesakitan ketika ia memutuskan untuk meninggalkan jogja dengan kereta malam. entah berapa banyak air mata dan kemarahan yang kutumpahkan padanya karena sikapnya itu. entah berapa banyak makian dan umpatan yang kuteriakan setiap kali aku mengingat penderitaan yang harus kulalui sendiri. selama bertahun-tahun aku tersiksa oleh amarah yang ada di dalam diriku, amarah yang membuatku buta untuk melihat keajaiban hidup.

kota jakarta selalu membuatku tersiksa, setiap jengkalnya selalu mengingatkanku pada lelaki ini. kadang aku hanya terduduk berjam-jam di jalanan melihat orang-orang yang berlalu lalang di hadapanku. setiap lelaki yang lewat di hadapanku selalu tampak seperti dia. aku bisa tiba-tiba menangis dan menjerit dalam hati, sungguh menyakitkan.

waktu terus berjalan, sudah 4 tahun semua itu berlalu. setiap detik aku berjuang mengembalikan rasa percayaku pada hidup. setiap hari aku berjuang mengatakan pada diriku bahwa keadaan akan membaik, hidup takkan menghianatiku lagi.

aku selalu mencari alasan untuk bisa memaafkan lelaki ini. bertahun-tahun aku mencoba memaafkan meskipun kadang aku kembali diliputi amarah dan kebencian. memaafkan bukan sebuah keputusan, ternyata memaafkan adalah keputusan yang harus selalu diulang dilakukan.

suatu hari, aku mendengar kabar bahwa lelaki telah menikah. aku tak pernah tahu kebenarannya, nomor telpon rumahnya bahkan sudah diganti. kupikir, keluarganya sengaja melakukannya agar aku tak mencarinya lagi. sudahlah, kataku saat itu. hidup mulai membawa kami pada takdirnya masing-masing.

malam ini, akhirnya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa pernikahan itu benar-benar terjadi. aku melihat senyum yang merekah di wajah mereka. they look perfect.

mari kita belajar memahami apa yang terjadi. apa yang sebenarnya terfikir di kepalaku saat melihat mereka? im tryin to be honest…

  • selama bertahun-tahun aku melalui masa-masa sulit, berjuang agar bisa bernafas untuk sedetik berikutnya. berjuang untuk bisa kembali percaya pada cinta, percaya bahwa masih ada laki-laki yang baik di luar sana. its not easy…dan ia tersenyum di sana, menggandeng seorang perempuan menuju pelaminan, tanpa memahami apa yang kulalui selama ini.
  • aku takkan mungkir bahwa ia adalah seorang lelaki yang kucintai, seorang lelaki yang kuinginkan menjadi pasangan hidupku, seorang lelaki yang lari dari masalah dan membiarkan melalui masa-masa sulit sendirian.
  • aku takkan mungkir bahwa hatiku sedikit sesak melihat pernikahan mereka. bagaimana bisa tuhan membiarkan semuanya terjadi? kenapa aku harus melalui rasa sakit itu sedangkan ia bisa tetap bahagia? tuhan tak adil.

semua itu nyata kurasakan. namun apakah yang nyata kurasakan itu adalah kebenaran dan sesuatu yang baik? ada beberapa hal yang harus selalu kita ingat,

  • mungkin tuhan tampak tak adil, namun kita takkan pernah tahu rahasia hidup. apakah jika aku menikah dengan lelaki ini aku akan bahagia?belum tentu. setiap manusia berhak untuk bahagia, jika ternyata ia bahagia bersama perempuan orang lain, maka ia berhak mendapatkannya. jikapun aku tak bersamanya lagi, aku akan bahagia dengan apa yang telah tuhan berikan untukku.
  • aku mungkin lelah terseok-seok, aku mungkin tak punya banyak kekuatan melalui semua rasa sakit ini. namun tak ada rasa sakit yang percuma. penderitaan takkan membuat kita mati, penderitaan hanya membuat kita semakin memahami betapa hidup adalah anugerah, penderitaan membawa kita pada ruang pengalaman hidup yang luar biasa. selalu ada kemudahan setelah kesulitan. tuhan takkan membiarkanku melewati penderitaan ini jika ia tak menyiapkan sebuah hadiah istimewa. sebuah kehidupan yang penuh keajaiban dan kasih.

aku tak sendiri, banyak di luar sana orang-orang yang kehilangan mereka yang dikasihi atau dikhianati oleh mereka yang di kasihi. luka itu menganga dan perih. hanya ada satu obat untuk luka, yaitu memaafkan.

logikaku takkan cukup untuk bisa memahami kenapa harus memaafkan orang yang telah melukai kita. hati takkan cukup membendung perih akibat luka itu. sampai suatu hari kusadari, bahwa aku perlu memaafkan untuk satu alasan : SEMBUH. hanya dengan memaafkan luka itu bisa sembuh, dan kita tak perlu memaafkan untuk orang lain, ketika kita memaafkan orang lain pada saat bersamaan kita telah mengobati luka yang ada dalam diri kita, mengasihi diri kita dan memberi kesempatan diri kita untuk kembali percaya pada kehidupan.

waktu telah berlalu, jika aku mengingat semua ini, aku tak menyesali kesendirianku dalam melalui rasa sakit itu. seandainya aku tak benar-benar sendiri saat itu, aku mungkin tak punya kesempatan untuk memahami siapa diriku dan kekuatan-kekuatan yang ada dalam diriku. ini adalah hadiah terbesar yang telah tuhan berikan lewat rasa sakit ini.

selamat berbahagia,

Petition to God

Uncategorized December 14th, 2008

Elizabeth Gilbert, dalam bukunya Eat Pray and Love menulis sebuah petisi pada tuhan. saat itu ia dan iva, seorang temannya, sedang berada dalam perjalanan menuju kansas. dalam sebuah percakapan, gilbert berkisah pada iva tentang kekalutannya mengenai proses perceraian yang tak kunjung usai, suaminya selalu meolak menandatangi surat cerai meskipun ia sudah menyetujui permintaan suaminya untuk memiliki separuh harta mereka. “masa aku harus menulis petisi pada tuhan?” kata gilbert “kenapa tidak?” jawab iva “aku tidak berani meminta” kata gilbert lagi “kenapa tidak, kamu adalah bagian dari semesta, kenapa kamu tidak meminta pada semesta?”jawab iva lagi kali ini gilbert diam lalu mengambil secarik kertas dan mulai menulis. gilbert benar-benar membuat petisi pada tuhan. selesai membuat petisi, mereka berdua menyebut setiap nama, mulai dari keluarga, sahabat dan semua orang yang mereka kenal, bahkan yang tidak mereka kenal, seakan-akan mereka menandatangani petisi tersebut.selang berapa lama, ketika gilbert baru tertidur sebentar, teleponnya berdering. “He just sign up.” kabar gembira akhirnya tiba. aku tertegun sekaligus tertawa membaca kisah ini, apalagi membaca petisi yang dibuat gilbert untuk tuhan. sebetulnya apa yang dilakukan gilbert adalah doa sekaligus The Secret, secara tidak sadar ia telah membuat semesta mengabulkan keinginannya. hmmm, mungkin tidak ada salahnya jika aku juga membuat petisi pada tuhan. apa kira-kira isi petisiku, let’s try…. Dear God, maaf aku sudah lama sekali tidak menyapamu. semoga kamu mengampuni dan tetap mengasihi hambamu yang bodoh ini. semoga kedatanganku kali ini tidak terlambat. begini tuhan, situasiku saat ini serba salah. aku tahu, khawatir itu tidak baik, tapi pada kenyataannya aku khawatir soal penerbitan bukuku bulan depan. aku selalu merasa aku sudah siap mental menghadapi segala kemungkinan terburuk yang akan terjadi nanti mengenai kontroversi buku ini. tapi memang, akhir-akhir ini sebagian waktuku terenggut hanya karena khawatir bahwa akan ada banyak kecaman untukku nanti. tuhan, aku meminta bantuanmu untuk campur tangan dalam hal ini. bantulah aku agar kekhawatiranku ini hilang, buatlah aku yakin bahwa niat baik akan bisa diterima oleh orang-orang yang membaca buku ini. bolak-balik lah hati setiap orang yang sinis pada isu ini. tuhan, aku yakin Kau tahu aku menulis buku ini agar bisa membantu banyak perempuan di luar sana. jika aku kemudian goyah dan lemah, bagaimana aku bisa membantu dan menguatkan orang lain. kuatkanlah aku tuhan, karena kekuatan yang kau berikan akan bermanfaat untuk kubagi dengan banyak perempuan di luar sana. tolong, jangan membuatku mati konyol akibat buku ini. satu lagi tuhan, begini…saat ini aku tidak paham perasaanku. ada dua lelaki yang membuatku bingung dengan perasaanku sendiri. kini aku bahkan tak paham bagaimana perasaanku pada mereka, aku malah merasa terperangkap dalam situasi ini. aku tidak mau begini tuhan. keadaan ini tidak hanya menyiksaku, namun juga menyiksa semua orang yang ada di dalamnya. seharusnya satu sama lain saling menyayangi, namun situasi ini kadang membuat kami saling menyakiti. tuhan, aku tidak ingin menyakiti siapapun, apalagi menghancurkan perasaan orang yang menyayangi dan mengasihiku. tuhan berilah aku dan semua yang ada dalam situasi ini jalan yang terbaik. beri aku petunjuk apa yang seharusnya kulakukan untuk memperbaiki keadaan ini sekaligus menemukan kembali hatiku di tempat yang seharusnya. maaf, tuhan…masih ada satu lagi. begini, hingga saat ini aku kadang masih kebingungan untuk makan sesuap nasi. untunglah Engkau memberiku seorang ibu kos yang baik hati yang memahami situasiku. terimakasih. sebenarnya begini, di satu sisi aku ingin bekerja membantu banyak orang lain, namun di sisi lain aku juga kadang masih bingung mengurus diriku sendiri. bukankah kontras, bagaimana aku bisa optimal membantu orang lain jika aku saja belum memenuhi tanggung jawab untuk mengurus tubuh dan kesehatanku. tuhan, kumohon campur tangan kuasamu dalam hal ini. berilah aku peluang untuk mandiri, setidaknya aku tidak perlu kebingungan untuk makan dan bayar kos. setidaknya aku tak mau lagi merepotkan orang tuaku. tuhan, untuk yang satu ini, aku sungguh meminta bantuanmu, karena hal ini berhubungan dengan dignity kemanusiaanku. sudah kok tuhan, terimakasih sudah mendengarkanku. semoga orang-orang yang membaca petisi ini mengamini dan mengirimkan doanya untukku.

Cinta, pernikahan dan kepala batu

Uncategorized December 5th, 2008

Seumur hidupku aku mungkin takkan pernah paham tentang cinta, butuh waktu seumur hidup untuk belajar tentang arti cinta. kadang kupikir cinta adalah sesuatu yang meledak-ledak, menggairahkan, lembut, di luar akal yang kita mampu raih. tapi di sisi lain, sebagai manusia akal selalu menimang, melihat, menganalisa apa yang patut dan tidak.

malam ini aku mendapat sebuah pertanyaan,
“apakah aku sumber kekuatanmu?
and i said yes..
“apakah aku satu-satunya?”
and i said no..

Ya, aku mungkin bisa mencintai seseorang tapi sulit untuk seorang perempuan keras kepala seperti aku untuk bisa memberikan utuh pada seseorang, aku tak bisa melihat “satu” dan “saja”

mencintai seorang lelaki bagiku teramat penting, tapi bukan satu-satunya makna hidup. masih ada banyak hal yang mewarnai hidup selain itu. suatu saat nanti, aku ingin menjadikan suamiku sebagai satu-satunya lelaki dalam hidupku, seseorang yang kuberikan kesetiaan dan kepercayaan utuh. tapi jauh di dalam hatiku, aku tahu itu tak benar.keutuhan itu hanya milik kita dan tuhan. keutuhan itu tidak bisa dipertukarkan dengan apapun, sekalipun sebuah pernikahan.

beberapa waktu yang lalu, aku teramat menginginkan sebuah pernikahan, sebuah keluarga. kini aku bertanya ulang pada diriku. yakinkah sebuah pernikahan yang kuinginkan?

jawabannya, Ya! tapi bukan pernikahan normal seperti lainnya. bukan pernikahan dimana suami adalah kepala keluarga, di mana perempuan bekerja di wilayah domestik. bukan pernikahan di mana suami mencari uang dan si istri mengatur keuangan. bukan pernikahan di mana kedua-duanya melihat keluarganya sebagai “hidup”, bukan pernikahan di mana yang satu mengikuti kehendak yang lain. Bukan !

Aku tidak menikah untuk mendapatkan suami atau kepala keluarga yang bertanggung jawab atas diriku. setiap orang bertanggung jawab atas dirinya masing-masing. aku ingin menikah untuk menemukan seorang partner yang bergairah untuk “hidup”, menemukan partner untuk menikmati “hidup” dan mewujudkan visi “hidup”, menemukan partner untuk berjuang meraih titik tertinggi kehidupan sebagai manusia seutuhnya. tak ada yang lebih tinggi dari yang lainnya, tak ada yang lebih berkuasa atas yang lainnya. tak perlu ada kata “utuh” karena setiap dari ketidaksempurnaan itu adalah keutuhan yang sempurna.

apapun yang ada di dunia ini hanya titipan, hanya sementara. ada saatnya kita memiliki, ada saatnya kita kehilangan. tak ada yang benar-benar utuh.

wajar jika ibuku ketakutan akan kesendirianku, dengan isi kepala batuku ini, kupikir takkan mudah menemukan pasangan yang cocok denganku. namun aku tetap yakin, di luar sana masih ada lelaki aneh yang bisa sejalan denganku.